Bingung membedakan antara UMR dan gaji pokok? Istilah “UMR” dan “gaji pokok” seringkali digunakan secara bergantian, padahal keduanya memiliki arti dan aturan yang berbeda. Artikel ini akan membahas perbedaan mendasar antara UMR (Upah Minimum Regional) dan gaji pokok berdasarkan peraturan pemerintah, membantu pekerja dan pengusaha memahami hak dan kewajiban masing-masing. Mari kita bedah secara detail apa saja yang membedakan keduanya.
Memahami perbedaan UMR dan gaji pokok sangat penting, terutama bagi pekerja yang baru memasuki dunia kerja. Informasi ini akan membantu pekerja menegosiasikan gaji yang adil dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Bagi pengusaha, pemahaman yang baik akan membantu menghindari pelanggaran hukum dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.
Mengenal Lebih Dekat: Upah Minimum Regional (UMR)
Upah Minimum Regional (UMR) adalah standar minimum upah yang ditetapkan oleh pemerintah daerah (provinsi atau kabupaten/kota) dan berlaku untuk seluruh pekerja/buruh di wilayah tersebut. UMR berfungsi sebagai jaring pengaman (safety net) untuk melindungi pekerja dari upah yang terlalu rendah. Tujuan utama penetapan UMR adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup layak bagi pekerja dan keluarganya.
Bagaimana UMR Ditetapkan?
Penetapan UMR melibatkan berbagai pihak, termasuk:
- Dewan Pengupahan Daerah: Lembaga tripartit yang terdiri dari unsur pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja/buruh.
- Survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL): Survei yang dilakukan untuk menentukan biaya kebutuhan dasar pekerja dan keluarganya.
- Pertimbangan Ekonomi: Kondisi ekonomi makro dan mikro di wilayah tersebut juga menjadi pertimbangan dalam penetapan UMR.
Apa Itu Gaji Pokok dan Bagaimana Perhitungannya?
Gaji pokok adalah imbalan dasar yang dibayarkan kepada pekerja berdasarkan tingkat atau jenis pekerjaan yang disepakati. Gaji pokok ini belum termasuk tunjangan atau potongan lainnya. Besaran gaji pokok biasanya ditentukan berdasarkan beberapa faktor, seperti:
- Tingkat Pendidikan
- Pengalaman Kerja
- Keterampilan yang Dimiliki
- Posisi atau Jabatan
Peraturan Pemerintah Tentang Gaji Pokok
Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan mengatur bahwa gaji pokok paling sedikit 75% dari jumlah upah pokok dan tunjangan tetap. Ini berarti bahwa minimal 75% dari total upah yang diterima pekerja setiap bulan adalah gaji pokok dan tunjangan tetap, sedangkan sisanya bisa berupa tunjangan tidak tetap atau insentif.
Perbedaan Mendasar Antara UMR dan Gaji Pokok
Meskipun sering disamakan, ada beberapa perbedaan mendasar antara UMR dan gaji pokok yang perlu dipahami:
- Definisi: UMR adalah standar upah minimum yang ditetapkan pemerintah, sedangkan gaji pokok adalah imbalan dasar yang dibayarkan perusahaan kepada pekerja.
- Besaran: UMR adalah batas minimum yang tidak boleh dilanggar, sedangkan gaji pokok bisa lebih tinggi dari UMR tergantung negosiasi dan kebijakan perusahaan.
- Cakupan: UMR berlaku untuk semua pekerja di wilayah tertentu, sedangkan gaji pokok bersifat individual dan tergantung pada posisi, pengalaman, dan kinerja pekerja.
- Regulasi: UMR diatur oleh pemerintah daerah, sedangkan gaji pokok diatur oleh perjanjian kerja atau peraturan perusahaan, dengan tetap mengacu pada peraturan pemerintah terkait pengupahan.
Contoh Konkret Perbedaan UMR dan Gaji Pokok
Misalkan UMR di suatu wilayah adalah Rp 4.000.000. Seorang pekerja baru dengan posisi staf administrasi bisa mendapatkan gaji pokok sebesar Rp 3.500.000 ditambah tunjangan tetap sebesar Rp 1.000.000 (total Rp 4.500.000). Dalam kasus ini, perusahaan telah memenuhi aturan UMR karena total upah yang diterima pekerja lebih besar dari UMR yang berlaku.
Namun, jika gaji pokok pekerja tersebut hanya Rp 3.000.000 dan tunjangan tetap Rp 500.000 (total Rp 3.500.000), maka perusahaan melanggar aturan UMR karena total upah yang diterima pekerja lebih rendah dari UMR yang ditetapkan.
Implikasi Hukum Jika Perusahaan Melanggar UMR
Pelanggaran terhadap ketentuan UMR dapat berakibat pada sanksi hukum bagi perusahaan. Sanksi tersebut bisa berupa:
- Teguran tertulis
- Pembatasan kegiatan usaha
- Pembekuan kegiatan usaha
- Pencabutan izin usaha
- Tuntutan pidana
Oleh karena itu, perusahaan wajib mematuhi ketentuan UMR dan memberikan upah yang layak kepada pekerja.
Tips Negosiasi Gaji Pokok yang Ideal
Sebelum menerima tawaran pekerjaan, ada baiknya melakukan riset mengenai standar gaji untuk posisi yang dilamar di industri dan wilayah yang sama. Beberapa tips untuk negosiasi gaji pokok yang ideal:
- Ketahui Nilai Diri: Pahami keterampilan, pengalaman, dan kualifikasi yang dimiliki dan bagaimana hal itu dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
- Lakukan Riset: Cari tahu rentang gaji yang wajar untuk posisi tersebut di wilayah yang sama. Situs web seperti Jobstreet, Glints, atau Payscale bisa menjadi sumber informasi yang berguna.
- Percaya Diri: Sampaikan dengan percaya diri berapa gaji yang diharapkan, namun tetap fleksibel dan terbuka untuk berdiskusi.
- Pertimbangkan Benefit Lain: Selain gaji pokok, pertimbangkan juga benefit lain yang ditawarkan perusahaan, seperti asuransi kesehatan, tunjangan transportasi, atau program pelatihan.
Kesimpulan
Memahami perbedaan antara UMR dan gaji pokok sangat penting bagi pekerja dan pengusaha. UMR adalah standar upah minimum yang ditetapkan pemerintah, sedangkan gaji pokok adalah imbalan dasar yang dibayarkan perusahaan. Gaji pokok minimal harus memenuhi 75% dari total upah pokok dan tunjangan tetap. Perusahaan yang melanggar UMR dapat dikenakan sanksi hukum.
Pastikan Anda memahami hak dan kewajiban terkait pengupahan. Jika Anda merasa upah yang diterima tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli hukum atau serikat pekerja.


